SekitarSulteng.com, Palu – Sebanyak 1.500 mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) mengikuti Sosialisasi Magang dan Beasiswa Luar Negeri yang digelar di Auditorium Untad, Senin (24/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampus mendorong mahasiswa memanfaatkan peluang belajar dan bekerja di tingkat internasional.
Acara dibuka langsung oleh Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Ar. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., yang menekankan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi persaingan global.
Dalam arahannya, Prof. Amar menyampaikan bahwa capaian Untad yang telah meraih akreditasi Unggul dan masuk dalam jajaran universitas terbaik di Indonesia harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
"Kita harus mengubah mindset. Persaingan dunia kerja saat ini tidak lagi hanya di tingkat lokal atau nasional, tetapi sudah menjadi persaingan global," kata Prof. Amar.
Menurutnya, mahasiswa Untad perlu mulai mempersiapkan diri sejak dini agar mampu bersaing mendapatkan berbagai peluang internasional, baik melalui program beasiswa, pertukaran pelajar, maupun magang di luar negeri.
Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Untad, Dr. Sc. Agr. Ir. Aiyen Tjoa, M.Sc., Pitrah Nur Alamsyah Patricia dari PT Mahadewa Teknologi Komputindo, serta perwakilan AIESEC Indonesia, Salwa S. Batubara yang mengikuti kegiatan secara virtual.
Prof. Amar juga menyoroti keberhasilan program magang internasional di Jepang yang telah berjalan selama tiga tahun terakhir. Program tersebut dinilai memberikan pengalaman kerja internasional yang berharga bagi mahasiswa sekaligus menambah kompetensi mereka sebelum memasuki dunia kerja.
Selain mahasiswa, Untad juga terus mendorong dosen muda untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri sebagai bagian dari strategi internasionalisasi kampus.
Menutup kegiatan, Rektor Untad mengajak seluruh mahasiswa agar tidak takut bermimpi menembus dunia internasional. Ia meminta mahasiswa mulai menyiapkan CV, motivation letter, meningkatkan kemampuan bahasa asing, serta memperkuat soft skills sebagai bekal meraih beasiswa dan program magang luar negeri.
"Pengalaman belajar dan bekerja di luar negeri merupakan investasi penting untuk membangun karakter dan kompetensi. Karena itu, manfaatkan setiap peluang yang tersedia," pungkasnya.