pendidikan

Di Hadapan Menteri Pertanian, Rektor Untad Tegaskan Komitmen Kampus Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Jumat, 21 Agustus 2026 | 13:46 WIB
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dan Rektor Universitas Tadulako Prof. Amar berfoto bersama usai prosesi Wisuda Periode ke-138 yang diikuti 1.018 wisudawan dan wisudawati. (IST)

SekitarSulteng.com, Palu – Kehadiran Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, pada Wisuda Periode ke-138 Universitas Tadulako (Untad) menjadi momentum bagi kampus terbesar di Sulawesi Tengah itu untuk menunjukkan kontribusinya dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa yang dibuka Ketua Senat Untad, Prof. Dr. H. Djayani Nurdin, S.E., M.Si., Kamis (20/8/2026), sebanyak 1.018 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan.

Pada kesempatan tersebut, Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar wacana bagi Universitas Tadulako, melainkan telah diwujudkan melalui berbagai program penelitian, pengabdian masyarakat, hingga kolaborasi lintas sektor.

Dalam pesan almamaternya, Prof. Amar menyampaikan bahwa Untad terus mengembangkan berbagai inovasi pertanian berbasis teknologi. Salah satunya melalui pengembangan melon premium berbasis smart farming yang memanfaatkan greenhouse, hidroponik, dan sistem digital untuk meningkatkan produktivitas.

Selain itu, Untad juga mengembangkan budidaya semangka berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT), penelitian padi gogo lokal, pengembangan kopi Sulawesi Tengah, budidaya anggur, hingga penelitian nilam dan sayuran hidroponik.

“Pertanian masa depan berbicara tentang kecerdasan buatan, Internet of Things, sensor digital, big data, dan smart farming. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan tersebut,” ujar Amar.

Ia juga memaparkan keterlibatan Untad dalam program swasembada pangan nasional melalui penanaman jagung serentak di Kabupaten Sigi serta pelaksanaan KKN Kolaborasi Untad dan Universitas Gadjah Mada di Donggala yang mengusung tema ketahanan pangan, ekonomi regeneratif, ekonomi sirkular, zero waste, dan blue economy.

Menurut Amar, berbagai program tersebut menjadi bukti bahwa ilmu pengetahuan tidak boleh berhenti di laboratorium, tetapi harus hadir dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas. Mereka harus hadir membantu menyelesaikan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat,” katanya.

Di hadapan Menteri Pertanian, Amar juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pangan yang kuat dan berkelanjutan.

Momentum wisuda ini sekaligus menjadi ajang bagi Untad untuk menunjukkan kiprahnya sebagai kampus yang tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga menghadirkan inovasi yang berdampak bagi pembangunan daerah dan nasional.

Memasuki usia ke-45 tahun, Untad berkomitmen memperkuat peran sebagai pusat pendidikan, riset, dan inovasi yang mampu mendukung pembangunan Sulawesi Tengah, termasuk di sektor pertanian yang menjadi salah satu fokus pembangunan nasional saat ini.

Tags

Terkini