Kejadian seperti ini bukan hanya satu atau dua kali terjadi, coba publik terbuka terhadap berbagai kasus keracunan, diantaranya :
1. Kasus Bandung Barat pada Oktober 2025
TIM investigasi independent BGN menyimpulkan bahwa penyebab keracunan saat itu adalah karena senyawa nitrit atau bahan kimia.
Baca Juga: Semarak Kemerdekaan, Dinsos Sulteng Apresiasi Semangat dan Sportivitas Pegawai
2. Ada kasus yang menunjukkan masalah proses, bukan hanya hasil akhir
Dalam salah satu evaluasi BGN, disebutkan bahwa 80 persen penyebab insiden keracunan yang dievaluasi dikaitkan dengan ketidakpatuhan terhadap SOP, baik oleh mitra maupun tim pelaksana lapangan.
Hal ini perlu dievaluasi dari hasil itu ternyata tidak 100 persen penyebab keracunan adalah kelalaian SOP.
3. Dari setiap riset lapangan, hari ini sumber makanan siswa di sekolah bukan hanya MBG tetapi juga makanan-makanan sekitaran sekolah yang dijual kemudian dikonsumsi anak sekolah.
4. Banyak juga anak sekolah yang telah makan dari rumah sebelum berangkat ke sekolah.
5. Masih banyak terdapat siswa yang membeli jajanan yang memiliki unsur kimia.
Beberapa faktor ini yang harus diperhatikan oleh berbagai pihak terutama BGN agar dapat mengatur secara teknis terkait potensi-potensi yang buruk ditimbulkan dari pelaksanaan program ini.***