Selasa, 25 Agustus 2026

Inbis Palu Latih 15 Tim Wirausaha Sosial Lewat SEED for Palu Wave 2, Siapkan Bisnis Berdampak bagi Kota Palu

Photo Author
Junaidi SS, SekitarSulteng.com
- Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:07 WIB
Peserta Bimtek SEED for Palu Wave 2 berfoto bersama di Kantor Bursa Efek Indonesia Sulawesi Tengah, Palu, usai mengikuti pelatihan pengembangan usaha sosial. (Junaidi )
Peserta Bimtek SEED for Palu Wave 2 berfoto bersama di Kantor Bursa Efek Indonesia Sulawesi Tengah, Palu, usai mengikuti pelatihan pengembangan usaha sosial. (Junaidi )

SekitarSulteng.com, Palu - Sebanyak 15 tim usaha sosial dan komunitas di Kota Palu mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) SEED for Palu Wave 2 yang berlangsung pada 13–15 Agustus 2026 di Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulawesi Tengah.


Program yang digagas Inkubator Bisnis Digital (Inbis) Palu di bawah naungan Pemerintah Kota Palu dengan dukungan The Sasakawa Peace Foundation (SPF) Jepang itu menjadi ruang belajar bagi anak muda dan komunitas untuk mengembangkan usaha yang tidak hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga mampu memberikan dampak sosial dan lingkungan bagi masyarakat.


Manajer Program SEED for Palu Wave 2, Nur Rina Maskayanti, mengatakan setiap peserta membawa isu dan persoalan yang berbeda, mulai dari pemberdayaan perempuan, penyandang disabilitas, ekonomi masyarakat, teknologi, konservasi hingga lingkungan hidup.


“SEED for Palu hadir untuk membantu peserta mengubah gagasan sosial menjadi model usaha yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Kami ingin mereka mampu melihat persoalan di sekitarnya sebagai peluang untuk menghadirkan solusi yang inovatif dan berdampak,” ujar Nur Rina.


Adapun 15 tim peserta yang terlibat dalam program ini yaitu Rumah Karya, Tanakaili Roastery, PT Isra Cakery and Food, Ranger Market, Rinoya UNTAD, Floinhub, Evolux Breeding Center, Kalibamba House, #PAASTI, Clip Clay, Mindshift Puan, Sekolah Tani Muda, Magfa Palu, Saudagro, dan Teratur.id.


Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi mulai dari bisnis hijau dan bisnis sosial dalam pasar saham yang dibawakan oleh Bursa Efek Indonesia Sulawesi Tengah, hingga Design Thinking dan Social Business Model Canvas yang difasilitasi mentor Inkubator Bisnis Kota Palu.


Tak hanya itu, peserta juga dibekali keterampilan praktis seperti pembuatan konten, branding, pemasaran digital, pencatatan keuangan, dan legalitas usaha. Materi tersebut diberikan untuk membantu usaha sosial yang mereka jalankan menjadi lebih profesional dan berkelanjutan.


Menurut Nur Rina, penguatan kapasitas tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kewirausahaan sosial di Kota Palu.


“Ke depan kami berharap semakin banyak anak muda yang mampu membangun usaha dengan dua tujuan sekaligus, yaitu keberlanjutan ekonomi dan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat,” katanya.


Usai mengikuti Bimtek, seluruh peserta akan melanjutkan proses pendampingan dalam rangkaian program SEED for Palu Wave 2. Melalui tahapan tersebut, para peserta diharapkan dapat memperkuat model usaha masing-masing dan memperluas manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat Kota Palu.

Editor: Junaidi SS

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini

X