SekitarSulteng.com Tim Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) Universitas Tadulako (UNTAD) sukses menggelar Pameran Batik Banava 01 di Atrium Palu Grand Mall, dalam rangkaian kegiatan Posalia Sulteng Digifest yang berlangsung pada 11–17 Agustus 2026.
Pameran tersebut menjadi bagian akhir dari rangkaian Program PISN 2026, setelah sebelumnya Tim PISN UNTAD melaksanakan program Batik Banava Goes to School sebagai upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan batik khas Sulawesi Tengah melalui pendekatan edukatif dan inovatif.
Melalui program Goes to School, tim memberikan edukasi kepada peserta didik dan guru mengenai nilai seni, budaya, serta filosofi yang terkandung dalam motif Batik Banava. Kegiatan tersebut juga mendorong generasi muda untuk memandang batik bukan sekadar produk budaya, tetapi sebagai identitas daerah yang dapat dikembangkan melalui kreativitas dan teknologi.
Hasil dari rangkaian program kemudian diperkenalkan kepada masyarakat melalui Pameran Batik Banava 01. Pameran tidak hanya menampilkan kain dan motif Batik Banava, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan hasil pengembangan serta inovasi yang dilakukan oleh Tim PISN UNTAD.
Salah satu hal yang menarik perhatian dalam pameran tersebut adalah eksperimen pemanfaatan Virtual Reality (VR). Teknologi ini digunakan sebagai bagian dari eksplorasi konsep pameran batik berbasis digital, sehingga pengunjung dapat melihat peluang pengembangan Batik Banava ke dalam ruang virtual.
Eksperimen tersebut menjadi bentuk upaya Tim PISN UNTAD dalam mempertemukan seni, budaya, pendidikan, dan teknologi. Pemanfaatan VR diharapkan dapat membuka peluang baru dalam promosi dan edukasi Batik Banava agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Baca Juga: Kelor Diolah Jadi Beragam Produk Unik Khas Kota Palu
Ketua/Tim PISN UNTAD, Kadek Hariana, M.Pd, menyampaikan bahwa berakhirnya rangkaian program bukan berarti upaya pelestarian Batik Banava ikut berakhir. Program yang telah dilaksanakan justru menjadi pijakan untuk pengembangan berikutnya, terutama dalam memperluas edukasi budaya kepada generasi muda dan memperkenalkan batik Sulawesi Tengah ke ruang yang lebih luas.
Dengan berakhirnya Pameran Batik Banava 01, rangkaian Program PISN 2026 resmi memasuki tahap penutupan. Meski demikian, pengembangan Batik Banava melalui pendidikan, kreativitas, dan teknologi diharapkan dapat terus dilanjutkan setelah program berakhir.
Baca Juga: Merdeka Ekspor Durian, Komoditas Pertanian Sulteng Siap Tembus Pasar Mancanegara
Program PISN UNTAD 2026 menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan inovasi. Batik Banava tidak hanya diposisikan sebagai produk kain, tetapi juga sebagai medium pendidikan, identitas budaya, ruang kreativitas, serta bagian dari transformasi seni menuju ekosistem digital.
Melalui kolaborasi antara akademisi, sekolah, masyarakat, dan generasi muda, Batik Banava diharapkan dapat terus berkembang sebagai salah satu kekayaan budaya Sulawesi Tengah yang memiliki nilai edukatif, ekonomi, dan inovatif. Dengan lokasi Atrium Palu Grand Mall sudah dimasukkan, naskah ini lebih lengkap dan layak dijadikan versi publikasi.
Baca Juga: Donggala United FC Resmi Diperkenalkan, Bidik Promosi ke Liga 2