SekitarSulteng.com Momen tak biasa mewarnai Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Wisuda ke-138 sekaligus Dies Natalis ke-45 Universitas Tadulako (Untad), Kamis (20/8/2026).
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, secara spontan menjanjikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) senilai total Rp1 miliar kepada kelompok sarjana muda penggerak brigade pangan.
Momen tersebut terjadi saat Amran menyampaikan orasi ilmiah di hadapan ribuan wisudawan di Auditorium Prof. Aminuddin Ponulele, Untad. Dalam orasinya, Amran mendorong lulusan perguruan tinggi agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi berani menciptakan lapangan kerja melalui sektor produktif, termasuk pertanian.
Baca Juga: 22 Dokter Baru FK Untad Resmi Disumpah, Siap Mengabdi hingga Pelosok Sulawesi Tengah
Di tengah sesi dialog, seorang alumni Untad maju dan menyampaikan inisiatifnya bersama kelompok pemuda yang tergabung dalam brigade pangan. Kelompok beranggotakan 15 orang itu disebut telah menyewa lahan pertanian seluas ratusan hektare di kawasan Lembah Napu, Kabupaten Poso.
Namun, pengembangan usaha tersebut masih menghadapi kendala keterbatasan modal, terutama untuk pengadaan alat mekanisasi pertanian. “Kami menyewa lahan di daerah Napu dan selama ini traktor masih menyewa karena keterbatasan dana,” ungkap alumni tersebut di hadapan Mentan.
Mendengar komitmen anak muda yang memilih terjun langsung ke sektor pertanian, Amran merespons dengan memberikan dukungan berupa dua unit alsintan.
“Saya suka anak muda petarung seperti ini. Saya kasih satu unit combine harvester seharga Rp600 juta dan satu unit traktor roda empat seharga Rp400 juta. Itu total Rp1 miliar,” tegas Amran yang disambut tepuk tangan para wisudawan dan tamu undangan.
Amran juga meminta kelompok tersebut serius mengelola bantuan pemerintah. Ia menekankan agar lulusan perguruan tinggi tidak hanya mengejar pekerjaan sebagai pegawai, tetapi mampu membangun usaha pertanian modern yang menghasilkan dan membuka lapangan kerja.
“Janji ya, kamu jangan lagi mendaftar jadi pegawai. Kamu harus jadi orang kaya dari bertani. Kalau dikelola profesional, pendapatan bersih kalian bisa puluhan juta per bulan,” ujar Amran.
Baca Juga: Tim PISN UNTAD Sukses Gelar Pameran Batik Banava 01, Tandai Penutupan Program PISN 2026
Untuk memastikan bantuan tersebut dimanfaatkan secara optimal, Amran menunjuk dosen Fakultas Pertanian Untad, Dr. Ir. Nasmia, M.P., sebagai pembimbing dan pengawas kelompok brigade pangan tersebut di lapangan.
Dukungan itu sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong keterlibatan generasi muda berpendidikan tinggi dalam modernisasi sektor pertanian. Pemerintah menilai mekanisasi dan pengelolaan pertanian secara profesional menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat produktivitas serta ketahanan pangan nasional.
Melalui momentum wisuda tersebut, Amran mendorong para lulusan Untad untuk melihat sektor pertanian bukan sekadar pekerjaan tradisional, tetapi sebagai peluang usaha yang dapat dikembangkan dengan teknologi, manajemen, dan keberanian berwirausaha.