SekitarSulteng.com, Palu – Sebanyak 50 pegiat literasi yang mewakili 28 komunitas dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah berkumpul di Aula Kantor Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah, Minggu (16/8/2026), untuk mengikuti Pelatihan Teknis Penyusunan Profil dan Proposal Komunitas Literasi yang digelar Teras Baca Nasana.
Pelatihan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari itu mendapat sambutan antusias dari para peserta. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas komunitas literasi, khususnya dalam menyusun profil organisasi dan proposal yang dapat digunakan untuk menjalin kemitraan maupun mengakses berbagai program dukungan.
Salah seorang peserta mengaku memperoleh wawasan baru yang bermanfaat bagi pengembangan komunitasnya.
“Alhamdulillah hari ini dapat ilmu baru tentang teknik penyusunan profil komunitas dan teknik penyusunan proposal komunitas. Ilmunya sangat bermanfaat,” ungkapnya.
Ketua Teras Baca Nasana, Rani Astriani Mointi, mengatakan bahwa masih banyak komunitas yang memiliki program dan gagasan baik, tetapi belum mampu mengemasnya secara optimal dalam bentuk profil maupun proposal.
“Dalam pandangan kami, kemampuan penyusunan profil dan proposal merupakan keterampilan teknis yang penting dimiliki pegiat komunitas. Sering kali kita kesulitan menjelaskan komunitas kita kepada pihak luar, padahal kita punya banyak ide dan program yang baik,” kata Rani.
Ia menambahkan, kemampuan menyusun proposal yang baik juga dapat membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak sehingga program literasi yang dijalankan komunitas bisa berkembang lebih luas.
Untuk mendukung tujuan tersebut, Teras Baca Nasana menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yakni Siti Rahma dari Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah dan Moh. Aksyar, akademisi yang memiliki pengalaman dalam membangun kemitraan program bersama berbagai lembaga.
Tidak hanya menjadi ruang belajar, kegiatan ini juga diharapkan menjadi wadah mempererat hubungan antarpegiat literasi di Sulawesi Tengah.
“Selain soal peningkatan kapasitas, kami berharap forum ini menjadi ruang untuk terhubungnya para agen kebaikan. Ketika para pegiat bertemu dan saling menguatkan, semangat untuk terus bergerak dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat akan semakin kuat,” pungkas Rani.